Penerbangan Balon Cita Cita

Penerbangan Balon Cita Cita, Akhiri Masa Panglima di MAN Wonokromo Bantul More »

Momentum Tepat Tingkatkan Kualitas Madrasah

Bantul (MAN Wonokromo)–MAN Wonokromo mengadakan acara Syawalan di aula madrasah, Kamis (14/7). Acara tersebut selain dihadiri seluruh keluarga besar guru dan pegawai yang masih aktif bertugas juga dihadiri guru/ pegawai yang sudah purna maupun yang sudah pindah tugas More »

Wisuda Tahfidz MAN Wonokromo Bantul

Bantul (MAN Wonokromo) – Mengakhiri tahun pelajaran 2015/2016, MAN Wonokromo Bantul menyelenggarakan acara wisuda purna siswa Rabu (18/5). Moment tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk wisuda tahfidz. Kegiatan Wisuda tahfidz merupakan bentuk penghargaan dan pengukuhan terhadap siswa khususnya kelas XII yang telah mengikuti program tahfidz dan telah mencapai target minimal hafal juz 30. More »

 

Penerbangan Balon Cita Cita, Akhiri Masa Panglima di MAN Wonokromo Bantul

Bantul (MAN Wonokromo)Pengenalan Lingkungan Madrasah (Panglima) di MAN Wonokromo berakhir Rabu (20/7). Kegiatan yang berlangsung 3 hari tersebut, Senin-Rabu (18-20/7) merupakan agenda yang diperuntukkan bagi siswa kelas baru kelas X. Panglima meliputi pengenalan seluruh kegiatan, lingkungan, fasilitas, sistem pembelajaran dan juga guru pegawai di madrasah guna memberikan wawasan dan pengetahuan secara rinci tentang madrasah kepada siswa baru kelas X.

PENUTUPAN MOSDikatakan Ketua Panitia Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M. Pd.I, Tujuan Panglima adalah mempersiapkan siswa baru kelas X dengan memberikan penjelasan tentang MAN Wonokromo beserta lingkungannya. Penyampaian materi dan sosialisasi kegiatan madrasah dalam Panglima bagi siswa tersebut dilaksanakan dengan suasana penuh kehangatan, keakraban dan kesenangan, terlihat dari antusiasnya siswa dalam mengikuti semua agenda yang sudah direncanakan.

Dengan pemahaman dan pengetahuan yang jelas serta tepat, siswa diharapkan lebih siap dan merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran di madrasah, sehingga dengan rasa nyaman dan senang tersebut akan menjadi semangat mereka untuk berprestasi, ungkap Lutfi.

Kegiatan Panglima pada hari terakhir diisi dengan unjuk keterampilan dan keatifitas siswa baru dengan menampilkan berbagai kemampuan/ bakat yang mereka miliki dengan dikemas sangat baik sehingga mampu menyemarakkan acara tersebut.

Diakhir acara diselenggarakan penulisan cita cita di kertas oleh seluruh siswa baru. Tulisan cita cita tersebut digantungkan pada balon yang akan diterbangkan sebagai tanda berakhirnya masa Panglima bagi mereka. Semua siswa menuliskan keinginan/ cita cita mereka dimasa datang. Kertas yang sudah diisi dengan cita cita tersebut digantung di balon dan kemudian diterbangkan ke udara.

Kepala madrasah, Ali Asmui, S. Ag. M. Pd. dalam sambutan saat acara penerbangan balon menyampaikan, penerbangan balon berisi cita cita tersebut merupakan lambang harapan dan keberhasilan. Seiring terbangnya balon, seiring pula cita cita siswa siswi MAN Wonokromo menuju keberhasilan. Cita cita mereka senantiasa membubung tinggi mencapai segala keinginan yang diharapkan, tegas Ali. (lif)

Syawalan MAN Wonokromo: Momentum Tepat Tingkatkan Kualitas Madrasah

Bantul (MAN Wonokromo)–MAN Wonokromo mengadakan acara Syawalan di aula madrasah, Kamis (14/7). Acara tersebut selain dihadiri seluruh keluarga besar guru dan pegawai yang masih aktif bertugas  juga dihadiri guru/ pegawai yang sudah purna  maupun yang sudah pindah tugas. Halal bihalal halal man wonokromo “Kami mengundang guru pegawai yang sudah purna dan juga yang pindah tugas, dengan harapan supaya masih tetap terjalin silaturahim yang baik, karena  mereka juga merupakan pejuang dan pahlawan dalam membesarkan dan mengembangkan MAN Wonokromo sampai bisa seperti sekarang ini,” ungkap Waka Humas, Drs. Syamsul Huda.

Pra PLS Pengenalan Lingkungan Sekolah 2016/2017

Bantul (MAN Wonokromo)–Tahun ajaran baru, akan dimulai Senin (18/7). Berkenaan dengan masuknya siswa baru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara tegas telah melarang adanya aksi perploncoan yang identik dengan kekerasan. Sehubungan dengan hal tersebut maka MANWonokromo tidak lagi meyelenggarakan kegiatan IMG_20160720_065918

Halal bi halal keluarga man wonokromo

Halal bihalal halal man wonokromo

Pra MOS/PLS pengenalan lingkungan sekolah

Dalam rangka pengenalan lingkungan sekolah, MAN Wonokromo Bantul mengadakan pra PLS yang akan diadakan pada hari jumat 15 juli 2016, dan disusul tanggal 16 juli 2016 dengan agenda test penjurusan yang wajib dihadiri oleh semua siswa kelas X atau Siswa baru tahun ajaran 2016/2017.

38Mos_1467990774586

Dalam acara ini siswa dapat menggunakan seragam biru putih atau putih putih dari seragam SMP/MTs sebelumnya. Acara ini dimulai pukul 07.00 wib dengan arahan ketua panitia Ahmad Lutfian Antoni, M.Pd.I

Selamat hari raya idul fitri 1437H

Kami segenap keluarga MAN Wonokromo mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1437H, mohon maaf lahir dan batin

FB_IMG_1467989703947

Jadwal Kegiatan Ramadhan 1437H

jadwal bulan ramadhan semester 2 2016

Wisuda Tahfidz MAN Wonokromo Bantul

Bantul (MAN Wonokromo) – Mengakhiri tahun pelajaran 2015/2016, MAN Wonokromo Bantul menyelenggarakan acara wisuda purna siswa Rabu (18/5). Moment tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk wisuda tahfidz. Kegiatan Wisuda tahfidz merupakan bentuk penghargaan dan pengukuhan terhadap siswa khususnya kelas XII yang telah mengikuti program tahfidz dan telah mencapai target minimal hafal juz 30.

370326

Program tahfidz di MAN Wonokromo telah dumulai pada tahun pelajaran 2015/2016 bekerja sama dengan alumni pesantren yang ada di sekitar madrasah. Tidak kurang dari sepuluh hafidz/hafidzoh turut membantu memberikan bimbingan dan pendampingan dalam pelaksanaan program ini. Walaupun pelajaran lain sudah padat, namun tidak menyurutkan siswa dalam menyisihkan sedikit waktunya untuk membaca dan menghafal Alquran.

Hasil dari program tahfidz yang telah dilaksanakan terbukti membawa hasil. Lima puluh dua siswa mampu menghafal Alquran dari juz 30 hingga 30 juz. Target minimal adalah hafal juz 30 dan bahkan  ada dua siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Hal ini tentu membanggakan semua civitas madrasah. Memang program ini tidak lepas dari peran pesantren yang ada di lingkungan madrasah. Pesantren-pesantren itulah yang memberikan bekal kepada siswa untuk tahfidz sedangkan  madrasah memberikan penguatan dan pendampingan tambahan

Kepala madrasah Ali Asmu’i, S. Ag. M. Pd memberikan apresiasi dan sangat mendukung akan terselenggaranya program tahfidz di MAN Wonokromo. Wisuda tahfidz MAN Wonokromo tersebut merupakan upaya madrasah untuk menyosialisasikan adanya program tahfidz di MAN Wonokromo dan sebagai momentum dikukuhkannya MAN Wonokromo sebagai Madrasah Tahfidz, sehingga mulai tahun pelajaran 2016/ 2017 kegiatan tahfidz akan lebih diintensifkan lagi. “Melalui kegiatan ini insya Allah siswa lebih dilembutkan hatinya dengan Alquran, dan lebih mudah diajak kearah kebaikan, bisa mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, dan kedepannya kegiatan keagamaan semakin unggul,” tegas Ali.

Laila Nur Lathifah (XII Agama 2) menyampaikan, “Alhamdulillah saya sudah hafal 18 juz. Saya mulai hafalan sejak kelas X semester II, dan saya berusaha bisa hafal 30 juz ketika akhir kelas XII besuk,”  ungkap Laila.  Sementara itu pendamping sekaligus pembimbing tahfidz madrasah Nur Anisah, S. Ag yang juga guru Aqidah Akhlak dan hafal Al Quran beserta terjemahnya tersebut  menyampaikan “Program wisuda ini telah dirancang sejak awal kegiatan tahfidz. Disamping bertujuan memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif menghafal, wisuda ini juga untuk mengukuhkan madrasah sebagai madrasah tahfidz,” ungkap Nur Anisah. (hib)

Wisuda MAN Wonokromo 2016

Bantul (MAN Wonkromo) –  Sebuah peristiwa akan menjadi sangat berkesan dan akan dikenang sepanjang masa ketika peristiwa tersebut merupakan pengalaman pertama yang penuh makna dan menyenangkan tentunya. Hal inilah yang mendorong madrasah untuk memberikan kenangan tersendiri bagi 192 lulusan yang akan segera meninggalkan madrasah untuk meneruskan perjuangan menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Prosesi wisuda pada acar purna siswa MAN Wonokromo Rabu (18/5) menjadi moment bersejarah bagi 192 lulusan. Dalam acara tersebut madrasah memfasilitasi mereka dengan baju toga. Pemakaian toga ini diharapkan menambah semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi lagi.

Sudarman Masduki

Diiringi bacaan sholawat, dan diawali pembawa bendera merah putih dan bendera lambang kemenag 192 wisudawan nampak berjalan rapi dan memesona hadirin serta tamu undangan. Mereka berjalan seiring dengan lantunan sholawat menuju kursi wisudawan yang telah dipersiapkan. Tampak wisudawati mengenakan busana kebaya dan toga sedangkan wisudawan mengenakan celana hitam serta hem putih berdasi dan toga, menjadikan mereka terlihat sangat formal dan mengesankan.

Waka Bidang Kesiswaan yang juga ketua panitia purna siswa, Syaefulani, M. Pd. menyampaikan, pemakaian toga ini merupakan usaha madrasah untuk memberikan motivasi dan support kepada lulusan agar berminat untuk meneruskan kuliah. Sudah beberapa tahun ini, madrasah selalu mengupayakan  pemakaian toga dalam pelaksanaan wisuda.  “Tahun pelajaran 2015/ 2016 jumlah yang meneruskan ke  jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekitar 100 siswa yang terdaftar di berbagai universitas negeri maupun swasta. Semoga prosentase lulusan yang meneruskan tahun ini akan semakin meningkat dan terus meningkat dari tahun ketahun,” papar Syaefulani.

 Sementara itu menurut Albar Fuad (XII IPA 2) yang juga termasuk siswa berprestasi karena diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengatakan  “Mengikuti prosesi wisuda dengan diawali bacaan sholawat dan berjalan menuju panggung mengenakan toga benar benar merupakan moment yang sangat indah, terlebih ketika saya diwisuda Kepala Madrasah, karena saya termauk berprestasi, saya sempat deg degan, benar benar pengalaman yang tak terlupakan, serasa wisuda sarjana.  Semoga saya bisa mengenakan toga lagi untuk wisuda S1 , S2 dan bahkan S3 juga,” ungkap Albar. (lif)

Paduan Suara MAN Wonokromo Memukau Tamu Undangan Wisuda Purna Siswa

paduan suaraBantul (MAN Wonokromo) – Paduan suara MAN Wonokromo merupakan sebuah tim yang beranggotakan 35 siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstra peduan suara. Tim yang beranggotakan siswa kelas X tersebut berlatih setiap Selasa dan akan lebih intensif berlatih tatkala mendekati tampil pada suatu acara. Tim yang diberi nama Paduan Suara Bahana Madrasah  (PSBM) ini tidak hanya tampil di area madrasah saja, tetapi sudah tampil di beberapa acara di luar madrasah bahkan secara rutin menjadi pengiring pengibaran bendera merah Putih di saat upacara Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus ditingkat kecamatan dan pernah juga sampai tingkat Kabupaten Bantul.

Kemampuan olah vocal anggota PSBM tersebut memang pantas dibanggakan mengingat beberapa anggotanya pernah meraih kejuaraan dalam lomba menyanyi solo dan juga di bidang seni lainnya.  Pembimbing kegiatan ekstra PSBM, M. Nua’im, S. Pd.I menyampaikan “Sebenarnya banyak siswa yang berminat mengikuti kegiatan ekstra PSBM tersebut, namun banyak juga yang belum memenuhi syarat, karena untuk bisa menjadi anggoa tim PSBM tersebut diharapkan memiliki modal suara yang tidak fals dan juga memiliki bakat menyanyi, “ ungkap Nua’im.

Dalam kesempatan acara wisuda purna siswa MAN Wonokromo  Rabu (18/5), tim PSBM juga menunjukkan kepiawaiannya membawakan beberapa lagu. Lagu yang mereka tampilkan adalah Indonesia Raya, Mars MAN Wonokromo, ilir ilir, Indonesia Jaya, Hymne MAN Wonokromo dan beberapa lagu daerah lainnya. Tampak hadirin terpukau dan sangat menikmati alunan suara siswa siswi yang tergabung dalam tim PSBM tersebut. Dengan iringan paduan suara yang samar samar di saat prosesi wisuda membuat suasana semakin terasa khikmad dan formal.

 Salah satu anggota tim PSBM, Fani (X IIS 1),  yang ditemui di akhir penampilan mengungkapkan rasa bahagianya bisa menjadi anggota PSBM dan juga merasa sangat senang tampil mengiringi acara wisuda purna siswa tersebut. “Sebenarnya untuk tampil menyanyi saya sudah sering mengikuti lomba, tetapi dengan bernyanyi bersama sama dan dalam acara yang bersejarah seperti ini ternyata membawa nuansa lain di hati saya. Terasa lebih menyentuh hati apalagi kalau membayangkan 2 tahun lagi saya juga insya Allah menjadi bagian dari yang diwisuda. Sangat menggetarkan jiwa,” pungkas Fani. (lif)